Apa Pengertian Giro Wajib Minimum Bank Indonesia?

Tuesday, July 3rd 2018. | Informasi Perbankan

Pengertian giro wajib minimum Bank Indonesia adalah simpanan minimum dalam bentuk rekening giro yang dipelihara oleh bank serta ditempatkan di Bank Indonesia yang besarannya ditentukan berdasarkan presentase DPK (dana pihak ketiga) yang dihimpun perbankan. Giro wajib minimum atau biasa disingkat GWM ini berfungsi sebagai instrument moneter yang mengatur beredarnya uang dan laju inflasi. Di Indonesia ada 3 macam giro wajib minimum (GWM), yaitu GMW primer, GMW sekunder dan GMW berdasarkan rasio kredit. Lebih jelasnya dapat ANda simak pada penjelasan berikut.

pengertian giro wajib minimum Bank Indonesia

Inilah 3 macam GMW berdasarkan Pengertian Giro Wajib Minimum Bank Indonesia

Seperti yang sudah Anda ketahui di atas, pengertian giro wajib minimum Bank Indonesia adalah sebuah simpanan yang minimum harus ada dalam bank dan ditempatkan pada Bank Indonesia berupa rekening giro yang besarnya presentase ditentukan oleh dana pihak ketiga yang dihimpun oleh perbankan. Nah, macam dari GMW sendiri di Indonesia dibagi menjadi 3, yaitu

  1. Giro Wajib Minimum (GMW) Primer
  2. Giro Wajib Minimum (GMW) Sekunder
  3. Giro Wajib Minimum (GMW) Rasio Kredit

Dari ketiga macam giro wajib minimum tersebut, makin membuat Anda penasaran bukan? Mari simak pembahasan berikut ini.

1. Giro Wajib Minimum (GMW) Primer

Giro wajib minimum primer adalah simpanan minimum berupa rekening giro yang presentasenya dihitung dari dana pihak ketiga yang dhimpun perbankan. Awalnya besaran GMW primer adalah 7,5% kemudian pada 16 Maret 2016 berubah menjadi 6,5%. GMW primer sebagai alat untuk menambah likuiditas bank apabila diturunkan. Likuiditas itu kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Apabila intensitas kredit dikurangi maka akan mengurangi likuiditas dari bank. Dulu, pada saat terjadi krisis tahun 2008 pernah terjadi pemangkasan GMW sekitar 5% guna melonggarkan likuiditas kala itu.

2. Giro Wajib Minimum (GMW) Sekunder

Giro wajib minimum sekunder adalah cadangan minimum berupa surat berharga yang dipelihara oleh Bank yang besarannya berdasarkan pada rasio DPK. Surat berharga tersebut diantaranya Sertifikat Deposito Bank Indonesia, Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara. GMW sekunder per Maret 2016 besarnya adalah 4% dan tidak ada valas atau valuta asing. GMW sekunder sebagai cadangan likuiditas bank dan pendalam sektor keuangan. Apabila GMW diturunkan maksudnya untuk menaikkan kapasitas kredit bank dan sebaliknya GMW dinaikkan untuk menurunkan kapasitas kredit bank.

3. Giro Wajib Minimum (GMW) Rasio Kredit

Giro wajib minimum rasio kredit adalah simpanan minimum yang ditetapkan berdasarkan selisih realisasi LFR (Loan to Funding Ratio) dengan LFR targetyang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan wajib dipelihara oleh bank. Sebelumnya GMW rasio kredit sebesar 78%-92% namun pada 24 Agustus 2016 diubah besarnya yaitu 80%-92% sedangkan untuk valuta asing tidak ada. Tujuannya adalah agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan penyaluran kredit bank yang stabil namun tetap pada prinsip kehati-hatian.

Pada akhir bulan April 2017, Bank Indonesia telah merilis ketentuan baru yaitu GMW rata-rata atau (GMW Averaging). Hal tersebut merupakan kabar gembira bagi perbankan yang saat ini sedang meningkatkan efisiensi dan intermediasi. Konsep dari GMW rata-rata tidak seperti GMW primer yang harus memnuhi GMW secara tetap akhir namun beralih menjadi setiap akhir periode tertentu. Bank yang awalnya, harus memenuhi saldo rekening giro sebesar 6,5% dari DPK pada Bank Indonesia pada setiap akhir hari dalam seminggu menjadi sebesar 1,5% dari DPK selam 2 minggu. Berikut keuntungan dari kebijakan GMW Averaging.

1. Membuka peluang likuiditas ke tenor lebih panjang

Implementasi perubahan GMW menjadi rata-rata membuka optimasi likuiditas bank ke tenor lebih panjang, khususnya bagi bank dengan surplus likuiditas jangka pendek. Hal ini tidak hanya menigkatkan penghasilan dari individual bank, namun juga memacu transaksi dan price discovery yang lebih baik di Pasar Uang Antar Bank (PUAB).

2. Tidak perlu mengambil pinjaman di PUAB

Bagi bank yang memiliki karakter mudah mengalami defisit dapat melakukan short di hari-hari tertentu sehingga saat bunga sedang tinggi tidak perlu mengambil pinjaman di PUAB untuk memenuhi GMW harian.

3. Meredam kelebihan tekanan di pasar uang

Dengan GMW rata-rata, bank tidak hanya memiliki peluang untuk meminjam ke PUAB namun juga dapat melakukan transaksi repo dengan mengeksekusi surat berharga. Tentunya, transaksi ini lebih murah dibandingkan dengan PUAB.

Nah, bagaimana? Sudah mulai terbuka bukan wawasan Anda mengenai pengertian giro wajib minimum Bank Indonesia? Jadi, GMW itu adalah simpanan minimum dalam bentuk giro. Sedangkan macamnya di Indonesia terbagi menjadi 3, yaitu GMW primer, GMW sekunder dan GMW rasio kredit yang masing-masing memiliki tujuannya sendiri. Sehingga tahun 2017, dibuat GMW rata-rata untuk mengefesiensi kinerja dari perbankan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dan membuka cakrawalan Anda. Sekian.

tags: ,